Tampilkan postingan dengan label Street Fighter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Street Fighter. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Sobat Modifikator - ini ada juga modif motor matic keluar dari pakem. Gaya Street Fighter (SF) tidak hanya cucok untuk motor jenis pria. Tapi, jika diolah pada motor feminim pun terlihat bagus. Asal, olahan dan hasilnya harus pas dengan konsep yang ditawarkan.

Temanya SF bergaya single seater, paduan bodi simpel dan olahan sasis sederhana lebih menonjol. Ciri SF tampak jelas pada pemilihan sikilan atawa kaki-kaki. Enggak terlalu gendut, “Tapi, cukup untuk menunjukkan aksen SF yang cenderung agak gede namun fungsional

Semuanya memang mengarah ke sisi fungsional. Makanya nggak heran kalau pelek masih aplikasi model jari-jari. “Sebab susah mencari pelek lebar yang bagus dengan ukuran 14 inci. Kalau untuk ukuran 17 inci, limbahnya lebih mudah untuk dicari,” cuap modifikator penyuka kacamata hitam ini.











Makanya bodi pun pilih desain kombinasi, bagian depan terlihat cenderung gendut dengan pilihan bentuk padat dan lebar khas SF. Apalagi, bodi depan itu digabung sama bodi belakang mungil bin lancip

Ciri ala petarung jalanan yang lainnya adalah pemakaian sasis tubular pada tengah dek depan. “Tidak ada fungsi secara material, cuma sebagai aksen visual aja biar nuansa street-nya terasa dan lebih dinamis,"

Contohnya pemilihan bentuk jok dan bodi belakang. Jika dicermati, memang buntutnya kecil. Otomatis, tangki harus pindah posisi. “Selain secara konsep memang tangki harus pindah, juga biar center of gravitynya tetap sempurna seperti motor standar, jadi, motor nyaman dipakai saat riding. Sebab, beban bertumpu di depan,”

Anda Juga Minat Dibin Model Seperti Ini :D. Fahrul
(http://duniamotormodif.blogspot.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 100/70-14
Ban belakang: FDR 160/80-14
Sok depan : RX King
Sok belakang: F1ZR
SG88: 0878-26280866

Minggu, 07 September 2014

Modifikasi Honda Tiger 2000, Street Fighter Eropa

 
Sobat Modifikator - Oleh pemodifikasi, tampilan motor ini disebut Street Europe Style (SES) alias street fighter gaya Eropa. Alasannya sih gampang ditebak, lihat saja model buntut yang egois nan individualis itu. Kalau boleh disebut sih, Tiger Buntung habis. Sub frame saja, tinggal sebagian yang digunakan.
Berat Tapi Tetep Ngebut
“Khusus SES gaya buntut tidak lancip dan tajam, tapi dibuat tegak lurus dengan bagian belakang yang rata. Ini cuma memainkan pipa dan fiberglass,” buka Falmi Fajri, pemilik sekaligus modifikator dari Stret Garage 88  yang asli Ciamis, Jabar itu.
Ya, itu sih memang pendapat pemilik brosis. Sampeyan beda argumen sih boleh-boleh saja. Pastinya, Falmi mengawali itu dari sketsa yang dicoret-coret di atas kertas.
Lantas dibikin rangka yang pura-pura tubular di bawah tangki yang dirol. Tapi ngerolnya tidak seperti menggulung rambut, bro. Itu rangkaian pipa-pipa yang diikat dari komstir yang digergaji, digerinda dan dilas, rangkanya sendiri masih asli Tiger 2000.
Istimewanya di atas rangka yang 'tunggang-langgang' ini, terjadi tipislisasi. Tangki bahan bakar yang tadinya bisa diisi banyak, sekarang berkurang setengahnya. Karena itu tadi, mengejar tampilan jagoan jalanan dari Eropa tembus ke Ciamis. Bahkan, dompet pengendara pun bisa tipis di jok tunggal ini. Kenapa? Ya, karena alas jok-nya sangat tipis. Dompet di saku celana belakang jika duduk di situ terus, lama-lama tergencet dan akhirnya tipis kan, hehe.      
Falmi jumpa portal ini saat di gelaran Banjar Otomotif Parti 9 (BOP), Jateng, baru lalu. Lantas ia bercerita proses bikin buntut yang sangat buntut itu, buntut sekali. Katanya, ditopang pipa besi ¼ inci lewat proses las listrik mulai dari sub frame yang sudah dikurang-kurangi tadi. Rangka paling belakang ditekuk naik  membentuk sudut.
Ya, begitu cerita singkat si buntut, tapi toh proses terus berlanjut seperti mendesain sepatbor, air scoop, tangki dan batok lampu yang sangar. Bahannya sih masih serat kaca alias fiberglass dengan konsep serasi dan harmonis. Makin harmonis dengan kaki-kaki yang tak boleh dipandang enteng. Justru sikil  ini yang bikin tambah istimewa.
Mulai dari sok depan model upside down yang bikin gagah tampilan dan redaman. Juga monosok dan lengan ayun yang kekar. Masih ditambah pelek dan ban yang gambot-gambot, makanya jadi percaya alirannya SSE. Komposisi warna juga khas moge di Eropa sana tapi bisa dilihat di Ciamis, hebat kan. 

(NEW) TVS Draken 250


Sobat Modifikator - Sangat jauh berbeda desainnya dengan TVC Apache yang beredar ditanah air, TVS Draken srat dengan sportbike Eropa.  Yang mencolok monosok yang posisinya disamping kanan motor, pokoknya Eropa bangetss...  Eits.. ini bukan produksi massal brosist, ini merupakan motor konsep yang dipajang TVS pada India Auto Show 2014 di New Delhi, India.
Jangankan pengunjung yang datang langsung, penulis portal ini pun penasaran dengan motor ini. Apalagi setelah tahu bahwa mesin yang menghelanya 250 cc. Terlepas dari model shroud tangki bahan bakar yang mirip dengan taring tajam, dibaliknya ada sasis yang menggoda. Kesan motor canggih bin mutakhir terpancar lewat sasis berwarna keemasan tersebut.
Sasis tersebut terintegrasi dengan bongkahan sasis lainnya yang mengikat ke bagian silinder mesin berpendingin cair. Katanya mesin ini memiliki 4 klep DOHC yang mampu membuat power sebesar 38,5 hp pada 12.000 rpm dan torsi maksimum 23 nm pda 9.500 rpm. Lihat speknya sih lumayan ‘ngejambak’ penunggangnya. Itu spek, belum dicoba.
Sudahlah, jangan dulu fokus di power motor ‘patung’ ini. Karena masih banyak sisi desain yang menarik seperti muffler kenalpot, eh berhubungan dengan power juga tuh. Itu moncong knalpot  keluar disisi kanan mesin, posisinya pun melintang bro, ndak lazim lah pokoknya. Cermati juga swing arm yang tidak dijelaskan dari bahan apa, namun dari kelirnya seperti alumunium yang memiliki rongga tiap bagiannya.
Bagian-bagian kecilnya pun menarik disimak, mulai dari spion yang letaknya diujung setang. Desain lampu belakang yang jadi satu kesatuan dengan dudukan plat nomor belakang sampai dengan sok depan yang up-side-down.

Bagus tuh buat Menyaingi Z250 Yang Sama-Sama Street Fighter hehehehe :D. Fahrul

(NEW) Moge Yamaha RG10 From PT YIMM

Seperti inilah modelnya dan memang dari FZ1 basisnya
Sobat Modifikator – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru-baru ini mendaftarkan moge-nya. Tentu di didaftarkan di Kementrian Perindustrian RI agar legal dijual di Indonesia. Itu sama artinya akan ada moge baru Yamaha enemani penjualan CBU lainya dari  YIMM, macam YZF series, T-Max dan V-Max.
Tetap CBU atau Completely Built Up yang dimpor utuh dari negara asalnya. Kode yang masuk adalah Yamaha RG10. RG10 masih satu turunan Yamaha FZ1. Karakter mesinnya dibikin mudah kepegang oleh siapa saja, asal biasa mengendarai moge. Mengandalkan torsi yang banyak dari empat silinder segaris (in-line) yang sudah pasti DOHC. Performa mesin itu didukung 20 katup, wuih. Berarti setiap silinder ada lima klep, bro.
Makanya dengan mudah dapat tenaga di rpm bawah setelah dikalibari dengan bore dan stroke yang hasil volumenya 998 cc. Angka bore dan strokenya ada di spesifikasi di bawah. Urusan boros tidaknya nggak dipikir oleh peminat motor seperti ini. Ya iya, masak bisa beli motornya nggak sanggup beli bensinnya, nggak lutu kan. Apalagi sudah injeksi canggih yang diukung ECU bertingkat tinggi.
Kinerja mesin itu persis tipenya yang cruiser. Setang tinggi yang bikin posisi lengan santai menggapainya. Pijakan kaki juga di tengah mesin. Tapi tampang keseluruhan adalah streetfighter yang nekad, eh neked bike. Itu lho motor telanjang yang mempertontonkan rangka, mesin dan jalur-jalur knalpot yang kata orang sangar.
FZ1 dari tahun ke tahun selalu diperbaiki sesuai tuntutan pasar dan penggemarnya sejak 2006. Termasuk sampeyan yang akan merasakan perubahan terkini tersebut. Mudah-mudahan dananya masih ada dari sisa-sisa kampanye. Bagi yang lagi menjabat, jangan korupsi bro hanya demi motor ini. Kasihan rakyat. Kredit bisa kok dari YIMM.

Tiger 2014 Modif Bisa Trail Bisa Fighter


Modifikasi Honda Tiger 2014; Bikin Rangka Super Dirt Bike

 
Sobat Modificator – Ban gambot otomatis melingkari pelek besar dengan sokbreker kompetisi special engine YZ250, paslah dihela mesin 200 cc. Pantas juga disebut motor super dirt bike. Istilah motor hidup di dunia pasir...! Itulah konsep custom Honda Tiger 2013 yang dimodifikasi 2014.  
Pemodifikasinya seorang yang lumayan punya nama. Paling tidak doski mengaku-ngaku seorang maestro ketok panci, hehe, becanda.  Itu dia Topo Goedel Atmodjo dari Tauco Custom.  “Motor ini milik orang Bali, dikirim dari sana. Ia maunya motor yang bisa lalu-lalang ke pantai,” jelas Topo dengan tutur kata mirip penyanyi rap dari bilangan Kebagusan Raya no 99  Jagakarsa, Jakarta selatan.
Kebetulan pemilik pernakan bule dan Bali, maka dibangun untuk kebutuhan bule, berjemur dan melancong seputaran pantai Kute, eh Kuta. Dirancang bangun besar-besar sesuai postur pemilik. Dimulai dari pondasi yang disebut kaki-kaki. Bannya yang besar jadi parameter untuk pengerjaan selanjutnya.
Kata Topo, harus peras otak dan masih untung ada otaknya yang diperas untuk memasang ban import Shinko. Karet item berkembang memang untuk 'pasir' ini bertapak super lebar. Ban depan ukurannya 130/80-18. Lebar peleknya 2,5 inci x 18. Hitungannya tidak semata pemasang roda tapi berkaitan dengan ukuran triple clam atau segitiga pemegang suspensi depan. “Ukuran segitiganya ini dicari idealnya,” jelas Topo yang mengaku karyanya sudah ditulis 23 media, waw...  
Belakang sama saja. Masak sih depan rodanya gambot belakang kurus, ya nggak mungkin kan untuk cerita harmonisasi modifikasi dan fungsi. Malah rodanya lebih besar lagi, lebar tapak peleknya 6 inci. Lantaran untuk arena pantai, diameternya hanya 14 inci. Kenapa begicu? Ya nggak tahu! Huss... jangan bilang maniak motor bila nggak tahu logikanya.  
Diameter roda  kecil di belakang, agar putaran  belakang lecih banyak dari depan. Walau dia geol-geol oleh power besar tetap saja akan mengikuti arah roda depan. Diputar oleh mesin juga ringan. Begitu ilmu kira-kiranya untuk motor garuk tanah benaran macam SE.
Juga diameter roda depan besar ada maksudnya, motor tidak mudah terperosok pada trek yang keriting, kan lingakarannya lebih banyak. Ia akan menggelinding di atas permukaan yang keritring-keriting itu. Soal ukuran ban belakang silakan lihat DATA MODIFIKASI.
Roda besar belakang memaksa lengan ayun standarnya harus kawin silang. Maklum, panjang dan lebar arm sudah bergeser  5 cm. Model lengannya street fighter. Perhatikan desain lengan yang kokoh, bikin penampilan kaki Tiger ini memang spesial. Mungkin saja dana awal yang disetor ke Topo besar, seperti besar-besarnya kaki-kaki.
Dengan hasil utuh seperti di foto, rangkanya tiada ampun. Pokoknya yang tersisa tinggal rumah komstir. Main frame dan sub frame dirangkai ulang dengan pipa seamlees berbagai ukuran. Skill pengelasan yang menentukan hasil akhirnya. 
Namanya juga dirt bike, harus pakai stang setir trail yang lebar. Sengaja, walau roda depan gambat dan tertanam  di pasir masih bisa dihandling enteng. “Untuk menarik roda-roda besar ini, mesin ditune-up ringan. Kebetulan knalpot sudah semi free flow (racing harian). Itiu diimbangi karburator dari NSRSP tipenya PE28. CDI juga sudah pakai aftermarket,” jelas Topo soal kinerja mesin pada Tiger yang grafis bodinya mirip helm Mic Doohan, juara dunia GP500 lima kali.

Data Modifikasi
Motor:  Honda Tiger Tahun 2013
Pemilik:  Julian anno
Suspensi depan: Up-side Down Yamaha YZ250
Pelek depan: TK 2.50x 18
Pelek belakang: Custom 6 inchi x 14
Ban depan: Shinko 130/80/18
Ban belakan: Shinko 180/80/14
Swing arm: Ethane performance
Knalpot: Ethana performance
Setang Stir: Renthal Fatbar
Spido: Yamaha X-Ride
Head lamp: Variasi Thailand
Stop lamp: Variasi Thailand
Lampu sein: Variasi Thailand
Bodi full set: Plat galvanis 0.8 mm Tauco Custom
 

Modifikasi Suzuki Shogun, Imajinasi Jantan

 

Sahabat Modifikator -- Mimpinya supermoto, motor gabungan pelahap aspal dan tanah. Pula, motor yang bisa loncat-loncat. Tetapi, hasilnya street fighter si jagoan cakar aspal. Raja jalanan! Belakangan diakui sebagai low riders alias motor tiarap  yang lebih banyak dipajang.
Jangan coba-coba ditelanjangi, asli motor ini nanti ketahuan. Au... zangan, dong. Mayu..! Ini Suzuki Shogun 2004. Yii, telanjang juga. Butuh berpikir keras menyulapnya jadi jantan. “Supermoto wakil dari motor serbabisa. Saya inginnya seperti itu,”  amin Rudi Permana, orang Purwokerto, Jawa Tengah. Pmilik modif, penggemar berat supermoto. Dia serahkan proyek pada Billy Custom.
Garpu atau fork depan model teleskopik panjang. Dulu, disebut sokbreker ayam jago. Ditambah monosok dengan paket bawaan lengan ayun yang panjang. Dengan komposisi ini, sementara konsep supermoto berjalan. Kira-kira sebentar lagi akan terwujud mimpi Pak Rudi. Kalau mau cepat sih, lihat fotonya dong.
Dari pada bikin rangka tambahan atau back-bone, lebih bagus pelat galvanis jadi bodi. Walah, si Topo dari Tauco Custom Builder (TCB) dapat saingan. Si Topo itu, saban bicara sebut galvanis. Katanya,  seni modifikasi yang tidak ternilai merancang galvanis jadi bodi. Po, po… kirain di kolong Indonesia ini hanya yang  bernama Topo yang bisa.  


Dari bodi galvanis ini mimpi supermoto buyar. Mungkin saat lagi nyenyak bermimpi, keburu bangun. Kucing lewat menjatuhkan piring, priiiing..! Supermoto pun jadi street fighter. Postur bodinya lebih pendek, meninggalkan roda belakang. Itu ciri raja jalanan. Sedang supermoto dasarnya dari special engine. Tangki pipih dan jok sampai belakang tipis. “Iya, ya,” celetuk Rudy sambil mengucak matanya.
Sumbu roda keburu panjang untuk kejar mimpi. Bahkan, kepanjangan untuk ukuran supermoto. Konstruksi monosok lebih miring, membuat belakang jadi rendah. Ini diimbangi menurunkan sokbreker depan, lebih pendek. 

Jadilah low rider. Imajinasi Tinggi. Fahrul

Data Modifikasi
- Sokbreker depan  : Custom USD
- Monosok  : Satria RR
- Pelek depan  : Sprint 2.50x17
- Pelek belakang  : Sprint 3.00x17
- Ban depan  : Swallow 110/60-17
- Ban belakang  : Swallow 130/60-17
- Footstep belakang  : Satria FU
- Lampu depan : Custom foglamp
- Tail light  : Revo
- Kenalpot  : Yoshimura
- Lengan ayun : Hand made
- Cakram set belakang  : Satria set
- Bodi   : Full custom plat
- Biaya modifikasi  : Rp 9 juta

Satria FU ala Robot

 

Sahabat Modifikator  –  Biasanya Suzuki FU dimodif mesinnya untuk kencang-kencangan. Kini dibikin lebih kencang lagi lewat bodi, hehe. Tampangnya sih kencang bangat, tapi itu hanya pura-pura.  Ya kan meniru robot kayak pilem transformers, kan kencang tuh. Robot berbentuk motor alias motor bertampang robot.
Bahannya dari Satria FU-150 keluaran 2002. Pemiliknya Padang Pradipta asal Perumnas Mulyasari, Majenang, Cilacap (Jateng). “Memainkan bodi dan tangki dam kaki-kaki. Tangki bahan bakar dari potongan-potongan pelat 0.9 mm. Kuncinya pada pengelasan sembari meniru desain robot,” beber Suswanto sang mofikator dari Billy Custom, Purwokerto.

Tangki dibuat layaknya leher dan bahu sang robot. Maka tangkinya di pindah di depan yang diletakan pada tulang underbonoe di bawah komstir. Muncul juga shroud atau sayap pada tangki seperti tangan robot. Untuk ukuran wadah bensin itu cukup besar sekaligus buat dudukan lampu sein.
Cover lampu menumpuk dengan dudukan cover setang. Bagian ini memang dibuat begitu agar setangnya ngumpet. Hasil keseluruhan sih macam sreetfighter (SF). Apalagi dengan kaki-kaki besar yang diwadahi dari lengan ayun. Lengannya  buatan sendiri yang juga dari pelat. Pokoknya pelatnya tebal untuk kaki robot. Hebatnya, lengannya model tunggal yang ada pada moge.
Rangka kotaknya pun dilapisi ulang dan sebagian diganti agar berotot. “Bagian ini untuk mengkamuflasekan sasis bawah tangki karena sedikit kurang besar. Penampilangnya harus seimbang dengan kepala robot (bodi depan dan tangki),” jelas sang builder yang sengaja bikin konsep khas kota mendoan (Purwokerto).
Nah begitulah robot yang tampangnya kencang, tapi belum tentu larinya bisa macam angin. Kan keberatan bodi bro. Yang dikejar penampilannya. Bedalah bila robot benaran, pasti kencang larinya.  “Sebut saja robot bebek, mas,” bangga Padang dari hasil modifikasinya.
   
Bakal Jadi Anak Paling Keren nih kalo Punya Ini :D. Fahrul

Selasa, 02 September 2014

Modifikasi Yamaha Scorpio Z, Super Street



Street fighter campur drag, jadilah super street bike
Purwokerto dan sekitarnya terkenal sebagai daerah yang dipenuhi dengan modifikasi street fighter ekstrem. Ciri khasnya pakai kaki-kaki kekar limbah moge dan bodi ekstrem, biasanya tanpa buntut dan setang baplang.

Tapi ada kalanya penganut aliran street fighter bosan, contoh Dimas Priyo Hutomo pemilik Scorpio Z 2010 ini, yang sengaja mengubah aliran tapi tetap ada ciri street fighter. “Bosan mas, makanya bikin yang beda, ini jadi ada nuansa drag, jadinya super street bike,” ujarnya.


Lampu berkesan garang dengan batok serba tajam
Wah street fighter campur drag dong? Ternyata benar. Nuansa drag bike terlihat jelas dari lengan ayun baru yang dipasang. “Biar seperti motor drag pakai lengan ayun panjang,” lanjut Dimas. Tujuannya, dengan wheelbase panjang kemungkinan wheelie jadi berkurang.


Itu Joker apa Einstein ya?

Lengan ayun yang dipakai ternyata custom, “Bikin pakai besi kotak ukuran 6 x 3 cm,” kata Suripto atau yang biasa disapa Kang Ripto dari Ripto Custom Bike (RCB). Nah yang ekstrem adalah panjangnya, mencapai 85 cm! Makanya jarak sumbu roda jadi melar, nuansa drag bike jadi kental.


Tangki dikasih jendela pengintip, tak perlu fuelmeter lagi

Memperkuat kesan drag, setang model jepit yang menempel di upside down limbah Suzuki GSX-R600 dipasang rendah. Sehingga pengendara jadi merunduk maksimal untuk mengurangi kemungkinan roda depan terangkat.

Makin sangar setelah mesin juga didandani biar berkesan kencang. Sisi depan makin padat dengan hadirnya radiator plus oil cooler, sisi kanan ditambah filter udara gambot. Tak lupa tabung NOS nempel di ujung lengan ayun.


Lampu rem Vario 125 pas dengan bodi belakang yang segilima

Lalu di mana bagian street fighternya? Tentu saja dari bentuk bodi custom garapan Kang Ripto. Shroud panjang, bodi belakang nungging dikombinasi batok lampu bersudut tajam berkesan agresif.

Semua bagian bodi dibikin dari fiberglass dan tanpa referensi, “Langsung yang ada di otak langsung dibentuk di motor,” ujar Kang Ripto yang bermarkas di Jl. Raya Kutaliman RT 02/01 Kedung Banteng, Banyumas.


Lengan ayun panjang khas motor drag

Makin keren dan ekstrem, seluruh bodi di-airbrush dengan tema realis. Uniknya pemilihan tokoh yang tertuang juga berasal dari bosan. “Biasanya kalau airbrush selalu yang dipilih tokoh protagonis, biar enggak bosan saya lebih suka musuhnya,” papar Dimas. “Kebetulan waktu browsing nemu musuh Batman, jadi pakai itu,” imbuhnya.

Pengerjaan airbrush digarap Lutvi pemilik bengkel Toekang Cet di Jl. Sukajati Bantarsoka RT 2/3 Purwokerto Barat. Cakep! (http://fahrulnceo.blogspot.com)
DATA MODIFIKASI:
Ban: Duro 110/70-17 & Continental 190/50-17
Pelek: Suzuki GSX-R750
Swing arm: custom
Lampu depan: proyektor Ultimate
Lampu rem: Honda Vario 125
Spidometer: Koso
Footstep: Suzuki GSX-R750
Jok: MBTech
Knalpot: custom
Upside down: Suzuki GSX-R750