Tampilkan postingan dengan label Bebek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Modifikasi Suzuki Shogun, Imajinasi Jantan

 

Sahabat Modifikator -- Mimpinya supermoto, motor gabungan pelahap aspal dan tanah. Pula, motor yang bisa loncat-loncat. Tetapi, hasilnya street fighter si jagoan cakar aspal. Raja jalanan! Belakangan diakui sebagai low riders alias motor tiarap  yang lebih banyak dipajang.
Jangan coba-coba ditelanjangi, asli motor ini nanti ketahuan. Au... zangan, dong. Mayu..! Ini Suzuki Shogun 2004. Yii, telanjang juga. Butuh berpikir keras menyulapnya jadi jantan. “Supermoto wakil dari motor serbabisa. Saya inginnya seperti itu,”  amin Rudi Permana, orang Purwokerto, Jawa Tengah. Pmilik modif, penggemar berat supermoto. Dia serahkan proyek pada Billy Custom.
Garpu atau fork depan model teleskopik panjang. Dulu, disebut sokbreker ayam jago. Ditambah monosok dengan paket bawaan lengan ayun yang panjang. Dengan komposisi ini, sementara konsep supermoto berjalan. Kira-kira sebentar lagi akan terwujud mimpi Pak Rudi. Kalau mau cepat sih, lihat fotonya dong.
Dari pada bikin rangka tambahan atau back-bone, lebih bagus pelat galvanis jadi bodi. Walah, si Topo dari Tauco Custom Builder (TCB) dapat saingan. Si Topo itu, saban bicara sebut galvanis. Katanya,  seni modifikasi yang tidak ternilai merancang galvanis jadi bodi. Po, po… kirain di kolong Indonesia ini hanya yang  bernama Topo yang bisa.  


Dari bodi galvanis ini mimpi supermoto buyar. Mungkin saat lagi nyenyak bermimpi, keburu bangun. Kucing lewat menjatuhkan piring, priiiing..! Supermoto pun jadi street fighter. Postur bodinya lebih pendek, meninggalkan roda belakang. Itu ciri raja jalanan. Sedang supermoto dasarnya dari special engine. Tangki pipih dan jok sampai belakang tipis. “Iya, ya,” celetuk Rudy sambil mengucak matanya.
Sumbu roda keburu panjang untuk kejar mimpi. Bahkan, kepanjangan untuk ukuran supermoto. Konstruksi monosok lebih miring, membuat belakang jadi rendah. Ini diimbangi menurunkan sokbreker depan, lebih pendek. 

Jadilah low rider. Imajinasi Tinggi. Fahrul

Data Modifikasi
- Sokbreker depan  : Custom USD
- Monosok  : Satria RR
- Pelek depan  : Sprint 2.50x17
- Pelek belakang  : Sprint 3.00x17
- Ban depan  : Swallow 110/60-17
- Ban belakang  : Swallow 130/60-17
- Footstep belakang  : Satria FU
- Lampu depan : Custom foglamp
- Tail light  : Revo
- Kenalpot  : Yoshimura
- Lengan ayun : Hand made
- Cakram set belakang  : Satria set
- Bodi   : Full custom plat
- Biaya modifikasi  : Rp 9 juta

Satria FU ala Robot

 

Sahabat Modifikator  –  Biasanya Suzuki FU dimodif mesinnya untuk kencang-kencangan. Kini dibikin lebih kencang lagi lewat bodi, hehe. Tampangnya sih kencang bangat, tapi itu hanya pura-pura.  Ya kan meniru robot kayak pilem transformers, kan kencang tuh. Robot berbentuk motor alias motor bertampang robot.
Bahannya dari Satria FU-150 keluaran 2002. Pemiliknya Padang Pradipta asal Perumnas Mulyasari, Majenang, Cilacap (Jateng). “Memainkan bodi dan tangki dam kaki-kaki. Tangki bahan bakar dari potongan-potongan pelat 0.9 mm. Kuncinya pada pengelasan sembari meniru desain robot,” beber Suswanto sang mofikator dari Billy Custom, Purwokerto.

Tangki dibuat layaknya leher dan bahu sang robot. Maka tangkinya di pindah di depan yang diletakan pada tulang underbonoe di bawah komstir. Muncul juga shroud atau sayap pada tangki seperti tangan robot. Untuk ukuran wadah bensin itu cukup besar sekaligus buat dudukan lampu sein.
Cover lampu menumpuk dengan dudukan cover setang. Bagian ini memang dibuat begitu agar setangnya ngumpet. Hasil keseluruhan sih macam sreetfighter (SF). Apalagi dengan kaki-kaki besar yang diwadahi dari lengan ayun. Lengannya  buatan sendiri yang juga dari pelat. Pokoknya pelatnya tebal untuk kaki robot. Hebatnya, lengannya model tunggal yang ada pada moge.
Rangka kotaknya pun dilapisi ulang dan sebagian diganti agar berotot. “Bagian ini untuk mengkamuflasekan sasis bawah tangki karena sedikit kurang besar. Penampilangnya harus seimbang dengan kepala robot (bodi depan dan tangki),” jelas sang builder yang sengaja bikin konsep khas kota mendoan (Purwokerto).
Nah begitulah robot yang tampangnya kencang, tapi belum tentu larinya bisa macam angin. Kan keberatan bodi bro. Yang dikejar penampilannya. Bedalah bila robot benaran, pasti kencang larinya.  “Sebut saja robot bebek, mas,” bangga Padang dari hasil modifikasinya.
   
Bakal Jadi Anak Paling Keren nih kalo Punya Ini :D. Fahrul