Minggu, 07 September 2014

Harley Davidson Livewire – Motor Listrik Pertama HD

               
Sahabat Modifikator  –  Jika biang motor bikin motor, pasti hebolah. Disebut bikin motor, lantaran penggerak motornya listrik. Dan itu dilakukan Harley Davidson (HD). Konsep baru ini bernama Project LiveWire atau populer disebut HD LiveWire. Motor dengan tenaga baterai tersebut bisa melaju 0-60 km/jam dalam waktu 4 detik dengan daya jelajah 130 mil. Ketika sudah melaju sampai 130 mil atau setara 210 kilometer, maka baterai harus diisi ulang. Pengisiannya bisa berlangsung selama 30 menit hingga satu jam.
HD mungkin terlambat memperkenalkan motor listrik. Tapi coba lihat desainnya, masih tetap HD, hehe. Apalagi HD dikenal dengan citra motor bongsor yang laki bangat. HD bikin motor tak memandang soal irit-iritan, yang penting kuat dan besar. Sekarang bikin motor listrik yang jelas dikenal hemat enrgi. “Ini permintaan langsung dari konsumen di seluruh dunia,” bilang Matt Levatich, President and Chief Operating Officer of Harley-Davidson Motor Company.
Performa engine HD LiveWire dengan teknologi EV [Electric Vehicle] yang tak ada suara. Ya namanya juga listrik. Bertolak belakang dengan HD sesungguhnya yang bersuara stereo yang menggentarkan. Namun katanya tenaganya seperti pesawat jet.
Levatich lalu menambahkan,  untuk memainkan peran kunci dalam mengembangkan standar kendaraan listrik, harus ada jaringan dealer penyedia  langsung stasiun pengisian baterai.Kami berharap untuk menjadi pengembangan standar dan teknologi EV, maka dibutuhkan pula infrastrukturn dan utilitas kendaraan listrik,” tambah Levatich sambil bilang butuh anggaran besar pula buat menyediakan stasiun pengisian baterai tersebut.

Waduh, canggih sih tapi harga selangit. Fahrul

(NEW) Matik Listrik Honda EV-NEO, Jepang & Eropa Sudah Beredar, Indonesia?


Sahabat Modifikator  –  Honda bertenaga listrik varian skuter matik. Namanya Honda EV-NEO yang sebut saja skutrik. Sekali isi setrum pada baterai lithium, energinya bisa memutar dinamo hingga 34 km. Baterai habis, ada charge portable yang disimpan di bagasi, ya macam powerbank hp.
Bisa Untuk Barang

Untuk sementara memang harus sabar dengan tenaganya. Dan pasti ke dapan akan dikembangkan hingga setara matik yang pakai BBM. Power maksimal hanya 3.8 PS pada 5.000 rpm. Belum separuh dari matik Honda Beat misalnya. Torsi juga demikian hanya 2.8 kw pada  RPM 2000. Dan harus sabar juga lama-lama nyampe tujuan dengan rata-rata 30 km/jam.
Desain EV-NEO adalah sktrik punya sudut-sudut mengotak tanpa menghilangkan futuristiknya. Dari samping malah mirip C70. Menurut Honda, EV (Electric Vehicle)-NEO, tampang seperti itu sesuai tema hemat energi dan bebas polusi dengan motor listriknya. Roh desain supercub diambil karena bentuknya yang sederhana. Itu juga ada hubungan dengan bobot bersih motor, agar listriknya mudah menghelanya.
Karena, di negeri Sakura sono, target pemasarannya buat kalangan kurir untuk antar jemput barang. Makanya, juga dilengkapi dengan rak barang di bagian belakang yang mampu menahan beban hingga 30 kg. Bisa juga di pakai buat sehari-hari, terutama buat ibu-ibu dan nona-nona untuk kegiatan mereka. Tapi biasannya sih bila di Indonesia direbut juga oleh bapaknya.
Skutrik Honda ini, kolo di Jepang dan Eropa sono sudah dirilis bahkan dipasarkan (beredar). Harga berkisar 454.650 yen (Jepang) atau sekitar 4.000 Euro. Bila di Rupiahkan kisaran 62juta. Gosip-nya juga mau masuk Indonesia…?

(NEW) KTM RC200 Mulai Diperkenalkan September Ini.

Sahabat Modifikator  –  Agen pemegang merk (APM) KTM di Indonesia mulai kasak-kusuk. Dengar-dengar, Agen yang dipayungi PT. Moto KTM Indonesia (MKI) itu dapat opsi memasukkan KTM RC200 ke Tanah Air. Kalo sampe kejadian, pasar motor ‘sport nungging’ Indonesia akan kian marak.
Emang sih, tak ada komentar resmi dari PT. MKI soal kedatangan RC200 ke Bumi Nusantara. Maklum, Bro,  ini motor jalan raya, PT. MKI kudu lebih matang mempersiapkan jaringannya. Silent is golden, diam itu emas, kali ya… Ditelusuri, kans itu ada. Karena RC200 yang dipabrikasi di India disiapkan KTM buat menusuk pasar Asia. Mengingat trend motor sport cc sedang mulai merambah dunia Timur.
Berita masuknya RC200 udah 3 bulan merebak di Indonesia. Malah udah ada yang memprediksi harga di kisaran Rp 60 – 70 juta. Itu karena mengacu harga Duke 200 yang punya kemiripan rangka dan mesin dengan RC200. Kalau Duke, pertama dirilis di pasar Indonesia, dilepas dengan banderol Rp 57.500.000,-. Jika melihat fisik RC200, ada penambahan bahan di fairing, lampu, bodi belakang dan dan rangka penyokong buritan.
Berita terakhir, pabrikan KTM pusat, baru akan mengadakan pengenalan kepada media (media launch), September nanti. Lokasinya di Modena, Italia. Kalau menengok kebiasaannya, setelah pengenalan pada Media, baru beberapa bula lagi motor dilaunching untuk umum. Tebak-tebakannya, baru awal 2015 motor itu wara-wiri di jalan. Soal masuk ke Indonesianya kapan, ya berharap saja. AwAs

(NEW) Suzuki Inazuma 250 Full Fairing, Tandingan R25 Dan Ninja 250?

Sahabat Modifikator  –  Sosok Inazuma 250 (GW250S) yang model turing sudah diperkenalkan terlebih dulu di Indonesia. Namanya ngetop, tapi penjualannya entalah. Nih ada lagi, tetap namanya Suzuki Inazuma. Bedanya ini yang sporty dengan full fairing-nya. Kode motor ini GW250F.
Proyek kerjasama antara Suzuki Jepang dan Haojue Cina. Namun kendali mutu tetap Jepang pak. Ya kan nanti jangan sampai dibilang Suzuki Cina, nggak enak kedengarannya. Pokoknya ergonomik mengendara dan penampilan mirip-miriplah dengan Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25.
Mesin sama sekali tak berubah spesifikasinya, persis versi sebelumnya. Mesin dua-silinder berkapasitas 248 cc. Tenaganya memang 24,1 hp/8.500 rpm. Tapi ini motor untung pada torsi yang didapat relatif pada putaran rendah. Maklum sebelumnya untuk turing. Sayang dia masih SOHC yang kemnya hanya satu setiap silinder. Bedalah dengan dua lawannya yang disebut di atas tadi yang DOHC.
Suspensi depan sudah pasti teleskopik dan belakang monosok. Di negeri Tiongkok sono, GW250F oleh Haojue dijual 25.880 Yuan atau dirupiahkan sekitar Rp 49,1 juta. Entalah Suzuki Indonesia tertarik atau tidak bermain di antara R25, Ninja 250, RR Mono dan  CBR250R. Berat memang lawannya. Trisya
 

SPEKSIFIKASI INAZUMA
Panjang : 2.145 mm
Lebar : 760 mm
Tinggi:  :1.075 mm
Sumbu roda : 1.430 mm
Jarak terendah dari tanah : 165 mm
Tinggi jok : 780 mm
Berat kosong : 182 kg
Tipe mesin : 4-tak, 2 silinder, pendingin cair, SOHC
Diameter x langkah  : 53,3 x 55,2 mm
Kapasitas silinder  :248 cc
Rasio kompresi : 11,5:1
Sistem bahan bakar : Fuel injection
Sistem starter : Listrik
Sistem pelumas : Wet sump
Transmisi : 6-Speed constant mesh
Rasio pengurangan utama : 3.238 (68/21)
Rasio pengurangan akhir : 3.285 (46/14)
Suspensi depan : Teleskopik, per ulir, peredam oli
Suspensi belakang : Lengan ayun, per ulir, peredam oli
Rake/trail : 26u/105 mm
Rem depan : Cakram
Rem belakang : Cakram
Ban depan : 110/80-17M/C57H
Ban belakang : 140/70-17M/C66H
Sistem starter : Elektrik, full transistor
Kapasitas tangki : 13,3 liter
Kapasitas oli : 2,4 liter

Sabtu, 06 September 2014

Yamaha Mio Salatiga



Sahabat Modifikator  –   antara dominasi pacuan skubek tim-tim ternama, tiba-tiba muncul sebuah skubek garputala tim daerah yang curi perhatian di arena trek 201 meter. Yamaha Mio yang dijoki Bayu Ucil di kelas Matik s/d 200 cc tersebut mampu merengsek di urutan depan.
Meski hanya menempati posisi kedua dalam event kebut lurus di Cilacap, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, setidaknya skubek ini mampu tunjukkan taringnya bersaing di papan atas. “Itu belum maksimal. Ada komponen yang masih bisa ‘dimainkan’ lagi buat pangkas waktu,” beber Arya Aditya pemilik motor ini.
“Motor matik ini memang masih dalam taraf pengembangan untuk mencapai target yang kita inginkan,” beber Irfan, mekanik M_Tech Racing yang berada dibalik kencangnya motor ini. Apa saja bro ubahannya?
Untuk kejar kapasitas 200 cc, Irfan jejali piston aftermarket Tiger oversize 2.50 (66 mm). Dengan langkah piston yang masih standar, terhitung volume silinder bersih jadi 197,9 cc.
Lalu, buat pancing asupan gas deras ke ruang bakar plus melancarkan pembuangan gas sisa, profil kem dirancang ulang. Bumbungan kem in dibikin 267, sedang ex-nya 268. “Noken as ini kami bikin dari noken as mobil Honda Estilo. Materialnya lebih kuat,” beber Irfan yang akrab disapa Monyonk ini.
Menyesuaikannya, “Katup masuk pakai yang gede, yakni 33 mm. Sedang katup buangnya 28,5 mm,” tutur mekanik yang mangkal di Jl.Merak Gg. Jalak 04, RT.06/02, Klaseman, Salatiga.
Sebagai pemasok Pertamax Plus ke ruang bakar, diserahkan pada karburator Keihin PE berdiameter venturi 28 mm.
Pada sektor pengapian, mengandalkan CDI dari Kawahara Racing dipadukan dengan koil YZ125 buat melipatgandakan tegangan menuju busi. “Pakai koil YZ125, tegangan di busi bisa mencapai 30.000 volt. Sehingga percikan yang dihasilkan lebih besar dan kuat,” bebernya.

Modifikasi AJS 1954 350 cc

Sahabat Modifikator  –  Sebelum sesi foto,  sempat ngobrol panjang sejarah AJS dengan Chandra alias Gakenk, owner motor keren ini. AJS dipelopori seorang ayah, Joe Stevens, dan empat anaknya cowok, Hary, George, Albert John  alias Jack dan Joe Steven Junior. Mereka kompak bikin pabrik motor The Stevens Screw Company Ltd,  di Wednesfield dekat Wolverhampton, Inggris.
Bro Chandra beruntung punya salah satunya yang tergolong langka dan jadi incaran kolektor. AJS milik Chandra Model AJS 350cc silinder tunggal. Namun, builder rumah modifikasi Didoth Slaughter House di Bandung, justru berani mengcustomnya.
Bentukannya dibikin simpel ala street lifestyle. Nuansa retro sudah terasa dari mesin yang ol skool. Sedang tampilan, gaya boardtrack disasar. Lihat tastenya membentuk tangki, dibuat ramping, nyaris rata dengan backbone, dan ada coakan untuk tonjolkan bentuk mesin AJS yang memang keren.
Pilihan diameter ban juga jadi pertimbangan. Agar padat, ia jejali lingkar 19 inchi depan-belakang. Uniknya kontur ban dipilih beda. Ban depan khas racer, kembangan lurus, sedangkan belakang dekat ke aura motor scrambler.
Soal pelapis bodi juga unik. Supaya karakter badungnya makin kental, Adji ogah pakai kelir di motornya. ”Dibiarkan natural, tapi warna logam asli yang diproteksi pernis. Untuk aksentuasi bagian atas tangki kena jarahan airbrush gaya pop art retro,” ulasnya lagi.

Yamaha YZF-R25 versi Greget Sport


Desainnya akan mirip dengan R25 model sport
Yamaha YZF-R25 versi naked akhirnya muncul. Kepergok oleh salah satu media elektronik luar negri (madrives.com). Malah dibeberi foto-foto yang menggambarkan sesi tes ride R25 dengan motor naked yang mirip sosok R25.
Dilihat dari sisi bisnis, sangat memungkinkan jika Yamaha tengah menyiapkan versi naked dari R25. Sebab, sebagian bikers lebih senang tampilan telanjang, karena dinilai lebih sangar. Selain itu juga buat melengkapi line up Yamaha di segmen sport 250 cc. Sayang, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Dari desain buritan yang terlihat, motor tersebut memang punya kemiripan dengan R25. Paling mencolok dari desain lampu rem dan spatbor belakangnya. Tes tersebut tampaknya dilakukan di jalan bebas hambatan di negeri Sakura, Jepang. Bukan di Indonesia yang menjadi basis produksi R25 untuk global.
Prediksi motorplus-online.com, Yamaha R25 versi naked masih menampilkan desain yang identik dengan model sportnya. Perubahan yang dilakukan mungkin ada di sektor kemudi. Menggunakan model flat bar seperti yang dilakukan Kawasaki pada Ninja series, ataupun Honda di CB250F yang jadi adik kandung dari CBR250R
Untuk sektor mesin, kebanyakan model naked yang dibuat oleh pabrikan masih mengusung mesin yang sama dengan tipe sport. Namun, tenaganya bisa saja lebih besar. Sebab, model naked biasanya punya bobot lebih ringan dari tipe berbaju. Jadi, power to weight rationya lebih besar.
Jika versi naked dari R25 bisa dilaunching dalam waktu dekat, tentunya persaingan motor sport naked 250 cc semakin menarik. Apalagi, Honda Jepang sudah meluncurkan versi naked dari CBR250R pertengah bulan Juli lalu. Bikers akan diuntungkan karena lebih banyak pilihan naked 250 cc.