Minggu, 07 September 2014

Honda Dunk Matik 50 cc

 
Sobat Modifikator – Jangan kaget jika menghadiri Tokyo Motor Show di Jepang yang dimulai 22 November 2013. Pasti akan ketemu Honda Dunk, matik 50 cc  4 tak dan  SOHC yang 1 silinder yang telah pasti injeksi. Kecil memang volume mesinnya bila diharap akan dijual di Indonesia.
Sekecil-kecilnya dia, tapi lihat dunk, eh, dong, teknologinya yang menggunakan idling stop system (ISS) yang ada di PCX dan Vario. Itu loh, jika langsam dalam tiga detik mesin akan otomatis mati dan jika slongsong gas diputar mesin akan menyala. Pintar kan. Dan berbagai teknologi lain yang belum tentu bisa didapat di matik 110 cc di Indonesia.
Seunyil-unyil dia juga, tapi helm sampeyan bisa ditelan bulat-bulat, tapi nggak bakal gepeng-gepeng, ihhh seyem. Husss, itu bagasinya besar, mampu menampung satu buah helm full face. Karena, kosntruksi tangki bensin digeser di bawah pijakan kaki. Jadi ruang di bawah pantat menjadi lega.
Juga sekecil-kecilnya kapasitas, tapi bisa melotot, sebab penerangan utama menggunakan LED. Kalau sebut LED, pastilah terang dan terus bersinar. Lha wong, jarum saja bisa ketemu bila jatuh. Asal saja jarumnya sebesar linggis, bro.
Aksesoris tambahan lainnya bkin pengendar selalu ingat waktu. Honda Dunk ini dipasangi jam yang berada di area speedometer. Isunya motor ini tidak hanya di jual di Jepang, tapi di Edopa dan di benua Amerika untuk kompleks perumahan yang tak perlu STNK di sana.

Honda FireBlade SP 2014 Elegan,Cool,Sporty.

ManiakMotor – Nah, ini sport bike benaran, coraknya saja sudah HRC alias Honda Racing Coorporation. Itu dia Honda FireBlade SP. SP ini bukan pengertian siap pakai brosist, bukan juga ‘sapu persih’, wah nggak nyambung. Tapi itu special production. Spesial yang 1.000 cc, bedalah dengan Honda Blade spesial bebek, hehe.
Yang FireBlade CBR1000RR SP versi 2013 milik seorang pengklik setia portal ini, pernah dicoba di Sentul. Yaaah dipinjamkan untuk beli teh botol saat event IRS baru lalu, tenaganya?  Ihhhh seyem. Iya, seyem yang enak kali tarikannya, ingin dibawa langsung ke rumah. Epek g-force bikin rambut berantakan. Maklum, reporternya lagi gondrong, bro, nggak pakai helm pula.
Apalagi yang baru keluar dan akan dipamerkan di EICMA Milan. Motor full fairing dengan full frame jantan ini akan kelihatan Senin malam atau 11 Novemer di Milan sana. Dipastikan berubah dengan penduhulunya, lantaran boomingnya kontrol traksi sebagai pengatur mode mengendara pada keluaran Honda. Cerita kontrol traksi, jelas saja didapat dari laboratorium balap HRC yang ada di Superbike dan MotoGP.
FireBlade SP ini, biasanya untuk basis modifikasi ke superbike.  Lihat saja, perangkat standarnya pakai suspensi Ohlins dan rem Brembo. Dua suku cadang jaminan mutu terhadap fungsinya. Warna sih masih gabungan tiga corak khas HRC. Begitu yang dilansir MCN dan sekaligus memberitakan motor-motor Honda tahun depan.
Nih kuda besi 2014 Honda:  
• New VFR800F basis mesin V4 800 cc dengan revisi pada traksi kontrol, rem radial, menyusutnya  bobot hingga 10 kg, penyetelan tinggi-rendah dan torsi putaran menengah diperbaiki.
• New CBR650F evolusi dari CBR600F.
• New CB650F – Versi naked CBR650F untuk menukar CB600F Hornet.
• New CTX1300 versi turing cruiser dengan bagasi
• New CBR300R  dan CBR250R terbaru
• NC700s dan NC700X

(NEW) TVS Draken 250


Sobat Modifikator - Sangat jauh berbeda desainnya dengan TVC Apache yang beredar ditanah air, TVS Draken srat dengan sportbike Eropa.  Yang mencolok monosok yang posisinya disamping kanan motor, pokoknya Eropa bangetss...  Eits.. ini bukan produksi massal brosist, ini merupakan motor konsep yang dipajang TVS pada India Auto Show 2014 di New Delhi, India.
Jangankan pengunjung yang datang langsung, penulis portal ini pun penasaran dengan motor ini. Apalagi setelah tahu bahwa mesin yang menghelanya 250 cc. Terlepas dari model shroud tangki bahan bakar yang mirip dengan taring tajam, dibaliknya ada sasis yang menggoda. Kesan motor canggih bin mutakhir terpancar lewat sasis berwarna keemasan tersebut.
Sasis tersebut terintegrasi dengan bongkahan sasis lainnya yang mengikat ke bagian silinder mesin berpendingin cair. Katanya mesin ini memiliki 4 klep DOHC yang mampu membuat power sebesar 38,5 hp pada 12.000 rpm dan torsi maksimum 23 nm pda 9.500 rpm. Lihat speknya sih lumayan ‘ngejambak’ penunggangnya. Itu spek, belum dicoba.
Sudahlah, jangan dulu fokus di power motor ‘patung’ ini. Karena masih banyak sisi desain yang menarik seperti muffler kenalpot, eh berhubungan dengan power juga tuh. Itu moncong knalpot  keluar disisi kanan mesin, posisinya pun melintang bro, ndak lazim lah pokoknya. Cermati juga swing arm yang tidak dijelaskan dari bahan apa, namun dari kelirnya seperti alumunium yang memiliki rongga tiap bagiannya.
Bagian-bagian kecilnya pun menarik disimak, mulai dari spion yang letaknya diujung setang. Desain lampu belakang yang jadi satu kesatuan dengan dudukan plat nomor belakang sampai dengan sok depan yang up-side-down.

Bagus tuh buat Menyaingi Z250 Yang Sama-Sama Street Fighter hehehehe :D. Fahrul

(NEW) Moge Yamaha RG10 From PT YIMM

Seperti inilah modelnya dan memang dari FZ1 basisnya
Sobat Modifikator – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru-baru ini mendaftarkan moge-nyaTentu di didaftarkan di Kementrian Perindustrian RI agar legal dijual di Indonesia. Itu sama artinya akan ada moge baru Yamaha enemani penjualan CBU lainya dari  YIMM, macam YZF series, T-Max dan V-Max.
Tetap CBU atau Completely Built Up yang dimpor utuh dari negara asalnya. Kode yang masuk adalah Yamaha RG10. RG10 masih satu turunan Yamaha FZ1. Karakter mesinnya dibikin mudah kepegang oleh siapa saja, asal biasa mengendarai moge. Mengandalkan torsi yang banyak dari empat silinder segaris (in-line) yang sudah pasti DOHC. Performa mesin itu didukung 20 katup, wuih. Berarti setiap silinder ada lima klep, bro.
Makanya dengan mudah dapat tenaga di rpm bawah setelah dikalibari dengan bore dan stroke yang hasil volumenya 998 cc. Angka bore dan strokenya ada di spesifikasi di bawah. Urusan boros tidaknya nggak dipikir oleh peminat motor seperti ini. Ya iya, masak bisa beli motornya nggak sanggup beli bensinnya, nggak lutu kan. Apalagi sudah injeksi canggih yang diukung ECU bertingkat tinggi.
Kinerja mesin itu persis tipenya yang cruiser. Setang tinggi yang bikin posisi lengan santai menggapainya. Pijakan kaki juga di tengah mesin. Tapi tampang keseluruhan adalah streetfighter yang nekad, eh neked bike. Itu lho motor telanjang yang mempertontonkan rangka, mesin dan jalur-jalur knalpot yang kata orang sangar.
FZ1 dari tahun ke tahun selalu diperbaiki sesuai tuntutan pasar dan penggemarnya sejak 2006. Termasuk sampeyan yang akan merasakan perubahan terkini tersebut. Mudah-mudahan dananya masih ada dari sisa-sisa kampanye. Bagi yang lagi menjabat, jangan korupsi bro hanya demi motor ini. Kasihan rakyat. Kredit bisa kok dari YIMM.

Tiger 2014 Modif Bisa Trail Bisa Fighter


Modifikasi Honda Tiger 2014; Bikin Rangka Super Dirt Bike

 
Sobat Modificator – Ban gambot otomatis melingkari pelek besar dengan sokbreker kompetisi special engine YZ250, paslah dihela mesin 200 cc. Pantas juga disebut motor super dirt bike. Istilah motor hidup di dunia pasir...! Itulah konsep custom Honda Tiger 2013 yang dimodifikasi 2014.  
Pemodifikasinya seorang yang lumayan punya nama. Paling tidak doski mengaku-ngaku seorang maestro ketok panci, hehe, becanda.  Itu dia Topo Goedel Atmodjo dari Tauco Custom.  “Motor ini milik orang Bali, dikirim dari sana. Ia maunya motor yang bisa lalu-lalang ke pantai,” jelas Topo dengan tutur kata mirip penyanyi rap dari bilangan Kebagusan Raya no 99  Jagakarsa, Jakarta selatan.
Kebetulan pemilik pernakan bule dan Bali, maka dibangun untuk kebutuhan bule, berjemur dan melancong seputaran pantai Kute, eh Kuta. Dirancang bangun besar-besar sesuai postur pemilik. Dimulai dari pondasi yang disebut kaki-kaki. Bannya yang besar jadi parameter untuk pengerjaan selanjutnya.
Kata Topo, harus peras otak dan masih untung ada otaknya yang diperas untuk memasang ban import Shinko. Karet item berkembang memang untuk 'pasir' ini bertapak super lebar. Ban depan ukurannya 130/80-18. Lebar peleknya 2,5 inci x 18. Hitungannya tidak semata pemasang roda tapi berkaitan dengan ukuran triple clam atau segitiga pemegang suspensi depan. “Ukuran segitiganya ini dicari idealnya,” jelas Topo yang mengaku karyanya sudah ditulis 23 media, waw...  
Belakang sama saja. Masak sih depan rodanya gambot belakang kurus, ya nggak mungkin kan untuk cerita harmonisasi modifikasi dan fungsi. Malah rodanya lebih besar lagi, lebar tapak peleknya 6 inci. Lantaran untuk arena pantai, diameternya hanya 14 inci. Kenapa begicu? Ya nggak tahu! Huss... jangan bilang maniak motor bila nggak tahu logikanya.  
Diameter roda  kecil di belakang, agar putaran  belakang lecih banyak dari depan. Walau dia geol-geol oleh power besar tetap saja akan mengikuti arah roda depan. Diputar oleh mesin juga ringan. Begitu ilmu kira-kiranya untuk motor garuk tanah benaran macam SE.
Juga diameter roda depan besar ada maksudnya, motor tidak mudah terperosok pada trek yang keriting, kan lingakarannya lebih banyak. Ia akan menggelinding di atas permukaan yang keritring-keriting itu. Soal ukuran ban belakang silakan lihat DATA MODIFIKASI.
Roda besar belakang memaksa lengan ayun standarnya harus kawin silang. Maklum, panjang dan lebar arm sudah bergeser  5 cm. Model lengannya street fighter. Perhatikan desain lengan yang kokoh, bikin penampilan kaki Tiger ini memang spesial. Mungkin saja dana awal yang disetor ke Topo besar, seperti besar-besarnya kaki-kaki.
Dengan hasil utuh seperti di foto, rangkanya tiada ampun. Pokoknya yang tersisa tinggal rumah komstir. Main frame dan sub frame dirangkai ulang dengan pipa seamlees berbagai ukuran. Skill pengelasan yang menentukan hasil akhirnya. 
Namanya juga dirt bike, harus pakai stang setir trail yang lebar. Sengaja, walau roda depan gambat dan tertanam  di pasir masih bisa dihandling enteng. “Untuk menarik roda-roda besar ini, mesin ditune-up ringan. Kebetulan knalpot sudah semi free flow (racing harian). Itiu diimbangi karburator dari NSRSP tipenya PE28. CDI juga sudah pakai aftermarket,” jelas Topo soal kinerja mesin pada Tiger yang grafis bodinya mirip helm Mic Doohan, juara dunia GP500 lima kali.

Data Modifikasi
Motor:  Honda Tiger Tahun 2013
Pemilik:  Julian anno
Suspensi depan: Up-side Down Yamaha YZ250
Pelek depan: TK 2.50x 18
Pelek belakang: Custom 6 inchi x 14
Ban depan: Shinko 130/80/18
Ban belakan: Shinko 180/80/14
Swing arm: Ethane performance
Knalpot: Ethana performance
Setang Stir: Renthal Fatbar
Spido: Yamaha X-Ride
Head lamp: Variasi Thailand
Stop lamp: Variasi Thailand
Lampu sein: Variasi Thailand
Bodi full set: Plat galvanis 0.8 mm Tauco Custom
 

Honda CB 100, Balada Pemodif Cekak...

 


   Sahabat Modifikator – Chopper sejati! Rake komstir memanfaatkan rumah as pedal BMX. Pijakan kaki di depan mesin, juga bekas pedal BMX. Filter udara custom yang gagah di depan karburator, rongsokkan kaca spion mobil. Sasis dan bodi, dicat pakai kuas. Merek catnya pun untuk pengecantan pagar rumah kelas menengah ke bawah.
Bisa ditebak, chopper berbahan Honda CB 100 keluaran 73 itu,  kumuh, dekil, urakan, dan salju alias asal maju. Kesan itu yang membuat karakternya muncul. “Kepuasan tidak selalu dengan cat mulus, las-lasan rapi, dan variasi mahal. Saya ikuti keinginan bikin chopper,” papar Muhamad Rinudin, pemilik sekaligus builder CB100. Motor ini jadi ‘kaki’ sehari-hari Rinudin yang tinggal di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Mantap kali si bro ini...
Uang tidak bisa beli nyali. Ya, nyali tampil seadanya, nyali muke lu jauh, nyali dicaci di tengah lalu lintas lantaran mogok. Yang penting sang builder bebas dari inspirasi modifikasi menyala-nyala. Tidak peduli tongpes alias kantong kompes. Yang begitu disebut biker, gak ada ‘s’. Bisa kering, pak! Kering dompet...

Rinudin biasa dipanggil Colay, memiliki arti modifikasi sesungguhnya. Tapi dia tidak didukung dana. Kalau mau jujur, dia boleh setara Topo, Bingky, dan Ferro. Trio pemodif papan atas Jakarta. Nasib saja yang beda, paham sama. Misal penggunaan rangka dari pipa seamles.Beli pipa ini harus nabung, itu pun tidak sekaligus,” turur Colay yang berkisah soal pemodif cekak.
Colay hanya pengusaha rongsokkan motor. Untuk rol pipa sesuai lengkungan chopper, dia andalkan teman di klub CB Standarddi Tanah Baru, Depok. Teman klub, bukan teman terkam teman, pengerjaan dik

erjakan tanpa negosiasi harga.“Harus hati-hati,bahannya mahal,khawatir Colay soal kegagalan merol, lantaran tabungan sudah terkuras. Untung pria berumur 30 tahun itu belum punya anak dan istri. Kalau tidak, istri yang cerewet duluan, coy.
CB100 ini untuk jadi Honda Davidson, walah! Benar-benar chop, potong sana-sini tanpa suspensi. Ayunan mengandalkan lenturan pipa. Fork depan tanpa sokbreker, hanya springer yang jadi ciri chopper. Ayunan dibantu sumbu roda lebar. Sumbu ini dibantu fork menuju dudukan roda yang melengkung. Cara itu bikin trail lebih panjang. Jadinya, seperti board track, balap motor era 30-an.
No honey  no money, tapi soal garapannya penuh dengan nilai filosofi. Back-bone melengkung macam tulang punggung manusia yang menunduk. Artinya, kita harus menghormati siapa pun. Yeah, untung gak sekalian pakai blankon.
Center-bone melengkung ke arah mesin, seolah jadi pagar mesin. Filosofinya, manusiasenantiasa menjaga hati. Lalu, lekukan di bawahnya yang terhubung pada dudukan mesin justru mengarah ke luar. Itu diartikan, harus berusaha untuk maju. “Mirip modifikasi ini, memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya,” cocor Colay.
Lihat saja, motor ini jarang dicuci, kalau pun kena air, paling banter air ujan. No fear, dong. Iya, takut air? “Kemaren kehujanan waktu  turing ke gunung Bunder, Bogor. Dapet oleh-oleh nih,” kata Colay sambil menunjuk sasis yang patah di bawah tangki. “Namanya juga motor dipake, bukan motor pajangan,” entengnya sembari berpikir dana untuk pengelasan.adit





DATA MODIFIKASI :
Head silinder : Honda Mega Pro
CDI : Honda GL 100
Tangki bensin : Custom
Jok : Custom
Velg depan : Venom 18 inci
Velg belakang : Champ 17 inci
Ban depan :Swallow Ranger 208 (3.00-18)
Ban belakang :IRC Road Winner (130/70-17
Fork : Custom

Suzuki Thunder Flat Track Custom



   American style, mdifikasi aliran wong Amrik. Negara paling demokrasi dalam modifikasi. Punya jurus merusak dan kembali memperbaiki alias modif. Sama dengan yang ini, tanpa meninggalkan identitas Suzuki Thunder.
Tangki Thunder masih asli coy and boy.  Kendati lumayan banyak yang 'dirusak-rusak' pada kaki dan rangka, lalu pakai duit merakitnya ulang. Di sini disebut flat track. Au ah,  artinya, silakan baca terus…
Aura flat track muncul dari karya modifikasi Topo yang punya Tauco Custom Builder (TCB). Topo sering main sulap. Seperti menyulap motor jadi gaya negaranya paman sam. “Itu milik saya, pak,” kata Aang, arek Suroboyo berumur 35 tahun.
Tujuan flat track  hanya untuk jalan mulus, menyiratkan tongkrongan cepat, kilat atau wussss. Penikmatnya mereka yang bukan pembalap dan juga bukan geng motor. Korban nonton balap, iya! 

Pondasinya tadi, bodi ringkas dan kaki-kaki besar. Bodi yang aerodinamis seolah mengiris angin. Sementara Thunder adalah motor cruiser yang bodinya tebal dan panjang. Makanya, butuh pesulap mahir, macam Topo ini.
Namanya modifikasi, jelas ada korban. Korban pertama, ya dompet. Soal isi dompet konsumen cepat abis, Topo gak pernah pakai sulap, apalagi hipnotis. Sub-frame alias rangka dudukan jok tadi, dipotong dan harus dibentuk ulang. “Pakai pipa hollow ukuran 2 x 2 cm,” kata si pesulap yang bernama asli Topo Goedel Atmodjo yang markasnya di Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu.
Langkah itu untuk mengejar bentuk tipis buritan. Nanti kan ada kenalpot undertail alias di atas roda dan di bawah ujung jok. Mantap, memang! American style, bro. Jangan main-main!
Trus, trus… ya kenalpot dibikin TCB sesuai kebutuhana dan penampilan. Dudukan jok sampai bodi pakai pelat galvanis. Soal tekuk dan melipat pelat itu, Topo gemulai memainkannya. 
Monosok wakil mutakhirnya flat track, copotan milik Suzuki Satria F-150. Apa gak lembek ini sok? Katanya sih, derajat posisinya dibikin miring. Daya serap suspensi masih mumpuni dengan bobot Thunder. Apalagi wing arm  variasi lokal, memungkinkan penyetelan sampai pas sokbreker tunggal ini. “Kaki-kaki juga pondasi. Makanya, sekalian pakai sokbreker depan Suzuki GSX 400  teleskopik,” tukas Topo.